Hotline 085126932893
humas@lldikti15.or.id

LLDIKTI Wilayah XV Gelar Bimtek Penyusunan Peta Resiko Tahun 2025

Kupang, lldikti15kemdikbud.go.id – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Peta Resiko di lingkungan LLDIKTI Wilayah XV tahun 2025 pada Senin, 15 September 2025. Kegiatan Bimtek yang bertempat di Sotis Hotel Kupang ini dihadiri oleh Kepala Bagian Umum dan para Ketua Tim Kerja beserta staf LLDIKTI Wilayah XV.

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman seluruh jajaran LLDIKTI Wilayah XV terhadap konsep dan praktek manajemen resiko serta penyusunan peta resiko yang menjadi bagian penting dalam tata kelola organisasi yang baik. Penyusunan peta resiko dipandang penting karena menjadi dasar dalam manajemen resiko yang berangkat dari rencana strategis untuk mengidentifikasi berbagai ancaman yang dapat menghambat pencapaian visi, misi, serta target dalam rencana kerja. Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi objek resiko utama, sebab pencapaiannya sangat menentukan kinerja lembaga.

Melalui peta resiko, setiap potensi ancaman dapat divisualisasikan berdasarkan kemungkinan dan dampaknya, sehingga pimpinan dapat fokus pada hal-hal yang paling kritikal dengan menata ulang sumber daya, mengalokasikan anggaran, dan melakukan intervensi yang tepat. Upaya ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pengguna, serta mendukung pencapaian target akreditasi dan capaian kinerja lainnya secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XV Agustinus M.B.P. Fahik, S.IP., MA menegaskan pentingnya pembuatan dan pengelolaan peta resiko.

Yang kami mau tekankan di sini adalah bahwa peta resiko itu sangat penting karena memvisualisikan resiko -resiko tersebut. Termasuk resiko gagal di IKU (Indikator Kinerja Utama) merasakan kemungkinan dan dampak. Jadi IKU mengukur hasil yang kita inginkan. Sementara resiko, mengidentifikasi ancaman yang dapat menghambat pencapaian IKU” tegasnya.

Turut hadir sebagai narasumber utama, Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Nusa Cendana Ir. Yohanes Umbu Sobang, M.Si yang menyampaikan materi seputar manajemen resiko. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan manfaat dan urgensi penerapan manajemen resiko, tantangan yang kerap dihadapi, langkah penyusunan peta resiko, hingga rekomendasi pembentukan unit manajemen resiko di lingkungan LLDIKTI Wilayah XV.

Peta resiko lahir atau muncul setelah kita mengidentifikasi resiko-resiko yang ada. Kalau menurut saya peta resiko lahir dari probability yang ada, oleh karena itu peta resiko sangat penting bagi organisasi” ungkapnya.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab serta simulasi pembuatan peta resiko LLDIKTI Wilayah XV. Dengan adanya kegiatan bimtek peta resiko ini diharapkan setiap unit kerja mampu mengenali potensi hambatan lebih awal, menilai tingkat kemungkinan terjadinya, serta memperkirakan dampaknya terhadap kinerja organisasi.

Hubungi kami di : tel:085126932893

Kirim email ke kamihumas@lldikti15.or.id