Kupang, lldikti15.kemdiktisaintek.go.id – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menggelar kegiatan Sosialisasi Kampus Berintegritas: Peran PTS dalam Pencegahan Korupsi yang berlangsung di area Car Free Day (CFD) El Tari Kupang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Kupang sebagai upaya memperkuat budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut diawali dengan senam sehat bersama sebagai bentuk kampanye hidup sehat dan kebersamaan antarmahasiswa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi yang menghadirkan berbagai materi edukatif terkait pencegahan korupsi, penguatan karakter mahasiswa, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas tinggi. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini, seperti kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik ketidakjujuran, menjadi tantangan serius yang dapat menurunkan kredibilitas institusi pendidikan tinggi.
“Kampus bukan hanya tempat memproduksi ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang nyaman, terbuka, dan inklusif bagi seluruh masyarakat akademik. Perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan membentuk mahasiswa yang memiliki karakter kuat serta integritas tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi perlu didukung oleh seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak untuk menjadi duta integritas yang aktif menyuarakan nilai-nilai anti korupsi, anti perundungan, dan anti narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami yakin mahasiswa adalah generasi yang mampu menjadi teladan dan penggerak perubahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan, bebas dari narkoba, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, PIC Humas dan Satgas PPKPT LLDIKTI Wilayah XV Jasinta Florentina Pabha Swan menyampaikan sosialisasi mengenai Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) khususnya implementasi Permendikbudristek Nomor 55 tahun 2024 sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Selain itu, dari Polda Nusa Tenggara Timur hadir Kasubdit Tipikor AKBP Dr. Kadek Hery SH., S.IK., MH yang memberikan materi bertajuk “Sinergi Mahasiswa dan Aparat Penegak Hukum untuk Kampus yang Aman dan Bermartabat”. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dimulai dari penindakan hukum, tetapi juga dari pembentukan karakter dan kesadaran diri setiap individu.
“Integritas adalah keselarasan antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Ketika seseorang tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi, di situlah integritas tumbuh,” jelasnya.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Karena itu, budaya anti-korupsi perlu ditanamkan sejak berada di lingkungan kampus.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT yakni Maria Gelo Lodo dan Sony Djahamouw turut menghadirkan sosialisasi program SIBERSEHAT yang bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap penggunaan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, LLDIKTI Wilayah XV berharap budaya integritas dapat terus tumbuh di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan dunia pendidikan tinggi yang bersih, transparan, dan bermartabat.