Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menegaskan pentingnya penguatan budaya mutu di perguruan tinggi sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Fasilitator Wilayah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi Lingkup LLDIKTI XV yang diselenggarakan di Hotel Sotis Kupang pada Senin, 9 Februari 2026.
Dalam sambutannya Prof. Adrianus menegaskan bahwa keberadaan fasilitator wilayah menjadi kebutuhan mendesak dalam memastikan implementasi SPMI berjalan secara sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi.
“SPMI bukan sekadar kewajiban administratif untuk memenuhi akreditasi, tetapi harus menjadi budaya mutu yang hidup dan dijalankan dalam keseharian pengelolaan perguruan tinggi. Di sinilah peran strategis fasilitator wilayah sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa LLDIKTI XV saat ini membina puluhan PTS dengan ratusan program studi yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan kelembagaan yang unik. Kondisi tersebut menuntut pendekatan pendampingan mutu yang adaptif dan kontekstual, bukan semata-mata pengawasan.
“Mutu pendidikan tinggi tidak cukup hanya diawasi, tetapi harus difasilitasi secara cerdas, adaptif, dan kolaboratif. Fasilitator wilayah diharapkan hadir sebagai mitra strategis perguruan tinggi dalam mengawal siklus PPEPP agar benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.
Prof. Dr. Adrianus juga mengapresiasi capaian perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI XV yang secara umum telah menunjukkan progres positif dalam akreditasi institusi maupun program studi. Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan status akreditasi, melainkan memastikan keberlanjutan mutu yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan tinggi.
“Kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi sangat ditentukan oleh mutu. Jika mutu terjaga, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya. Karena itu, fasilitator wilayah memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kepuasan para pemangku kepentingan,” tambahnya.