Hotline 085126932893
humas@lldikti15.or.id

LLDIKTI Wilayah XV Tegaskan Komitmen Pendidikan Tinggi untuk Penurunan Kemiskinan Ekstrem di NTT

Kupang, lldikti15.kemdiktisaintek.go.id — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menegaskan komitmen kuat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mendukung penurunan kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Pendataan dan Program bagi Orang Miskin di NTT yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 6 Februari 2026.

Prof. Adrianus menyampaikan, pendidikan merupakan instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pemerintah, khususnya melalui sektor pendidikan tinggi, berkomitmen memastikan tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi. Akses dan kualitas pendidikan harus dibuka seluas-luasnya, terutama bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan.

“Kami berpegang pada arahan dari Pak Menteri Diktisaintek bahwa tidak boleh ada satu pun anak dari keluarga miskin yang terhambat untuk kuliah karena alasan ekonomi. Pendidikan tinggi harus hadir sebagai solusi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XV siap berperan aktif dalam aksi nyata penurunan kemiskinan ekstrem, tidak hanya melalui pendataan, tetapi juga melalui program-program berdampak langsung di masyarakat. Salah satunya melalui pelibatan ribuan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang difokuskan pada desa-desa sasaran penanganan kemiskinan ekstrem di NTT.

Selain itu, dukungan pendidikan tinggi juga diwujudkan melalui optimalisasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Prof. Adrianus menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran KIP Kuliah agar benar-benar diterima oleh mahasiswa dari keluarga miskin, disertai dengan pengawasan dan verifikasi data secara ketat.

“KIP Kuliah adalah instrumen negara untuk menjaga harapan keluarga miskin. Karena itu, validitas data dan pengawasan menjadi kunci agar bantuan ini tepat sasaran dan berkeadilan,” ujarnya.

Melalui forum evaluasi ini, LLDIKTI Wilayah XV berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga program penanganan kemiskinan ekstrem di NTT dapat berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hubungi kami di : tel:085126932893

Kirim email ke kamihumas@lldikti15.or.id