Kupang, lldikti15.kemdiktisaintek.go.id — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng didampingi Kepala Bagian Umum Agustinus M.B.P. Fahik, S.IP., MA dan para Ketua Tim Kerja dan PIC melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng dan jajaran yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Undana pada Kamis, 22 Januari 2026. Audiensi ini menjadi momentum strategis untuk membahas secara komprehensif berbagai isu penguatan mutu pendidikan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kolaborasi berkelanjutan antara LLDIKTI XV, perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi swasta.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Amheka menegaskan bahwa Undana memiliki peran penting sebagai perguruan tinggi negeri rujukan di NTT yang diharapkan dapat menjadi center of excellence serta mitra pembina bagi perguruan tinggi swasta. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas akademik, tata kelola, sumber daya manusia, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi tidak lagi bersifat pilihan, tetapi menjadi kebutuhan. Undana kami harapkan dapat menjadi contoh praktik baik dan mitra strategis bagi PTS dalam penguatan tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama audiensi adalah penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang wajib diterapkan oleh seluruh program studi. Dalam diskusi disepakati perlunya pendampingan bersama bagi perguruan tinggi, khususnya PTS, agar implementasi OBE dapat berjalan efektif dan selaras dengan standar akreditasi nasional.
Selain itu, pelaksanaan berbagai kegiatan kemahasiswaan juga menjadi topik penting. Berbagai skema dibahas secara mendalam, mulai dari magang berdampak, magang bersertifikat, proyek sosial, hingga KKN tematik dan KKN internasional. Undana menyampaikan pengalaman pelaksanaan KKN internasional yang selama ini dilakukan, termasuk kerja sama lintas negara, yang ke depan dapat diperluas dengan melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di NTT.
Audiensi juga membahas strategi peningkatan akreditasi program studi dan institusi. Pendampingan akreditasi dipandang sebagai kebutuhan mendesak bagi sejumlah PTS, baik dalam pemenuhan dokumen, penguatan budaya mutu, maupun penyiapan sumber daya pendukung. Undana menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam proses akreditasi, termasuk pengelolaan data, sistem penjaminan mutu internal, dan pengembangan program studi unggulan.
Bidang penelitian dan inovasi menjadi pembahasan lanjutan yang cukup strategis. Diskusi mencakup peluang kolaborasi riset dosen lintas perguruan tinggi, penelitian terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta penelitian yang mendukung isu-isu prioritas daerah seperti stunting, ketahanan pangan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Undana juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas laboratorium dan pusat riset yang dimiliki untuk mendukung kegiatan penelitian dosen dari perguruan tinggi mitra. Pemanfaatan laboratorium bersama dinilai penting untuk meningkatkan kualitas riset, efisiensi sumber daya, serta memperluas jejaring akademik.
Dalam audiensi tersebut turut dibahas pentingnya penguatan literasi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Peningkatan budaya membaca mahasiswa dan dosen dinilai berkontribusi langsung terhadap kualitas pembelajaran, riset, dan daya saing lulusan. Undana memaparkan inisiatif pengembangan ruang baca, perpustakaan, serta fasilitas pendukung literasi yang dapat dikolaborasikan dengan program LLDIKTI Wilayah XV.
Isu tata kelola perguruan tinggi juga menjadi perhatian bersama, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, beban kerja dosen, serta kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, perlindungan mahasiswa, pencegahan kekerasan di lingkungan kampus, serta penciptaan iklim akademik yang aman dan inklusif turut menjadi bagian dari pembahasan.
Rektor Undana dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas audiensi dan menegaskan komitmen Undana untuk terus bersinergi dengan LLDIKTI Wilayah XV. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tinggi di NTT hanya dapat dicapai melalui kerja bersama, kolaborasi nyata, dan keberlanjutan program.
“Undana siap membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan kelembagaan, demi kemajuan pendidikan tinggi di NTT,” ujar Prof. Jefri.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti seluruh hasil pembahasan melalui program dan kegiatan konkret yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. LLDIKTI Wilayah XV dan Undana sepakat menjadikan kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan, dan berdampak bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.