Hotline 085126932893
humas@lldikti15.or.id

Wakil Kepala BRIN Dorong Kolaborasi Riset Strategis untuk Percepatan Pembangunan Nusa Tenggara Timur

Kota Kupanglldikti15.kemdikbud.go.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penguatan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian dalam forum pertemuan bersama pimpinan dan sivitas akademika perguruan tinggi yang digelar di Aula Ora Et Labora Universitas Persatuan Guru 1945 NTT pada Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Amarulla menyampaikan apresiasi atas inisiatif perguruan tinggi di NTT yang terus mendorong riset berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BRIN hadir tidak hanya sebagai lembaga riset nasional, tetapi juga sebagai mitra strategis daerah dalam menyediakan pendanaan, fasilitas laboratorium, serta sumber daya peneliti.

“BRIN memiliki mandat untuk memastikan hasil riset benar-benar berdampak bagi masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi di NTT untuk memanfaatkan fasilitas, pendanaan, dan jejaring peneliti BRIN tanpa harus menyiapkan laboratorium sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BRIN saat ini memiliki ribuan peneliti lintas bidang yang dapat diakses oleh dosen dan peneliti daerah sesuai dengan minat dan kebutuhan riset. Menurutnya, kolaborasi riset harus diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata, seperti stunting, kemiskinan, kesehatan masyarakat, pangan, hingga pengelolaan sumber daya alam unggulan NTT.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah penanganan stunting. Amarulla menekankan bahwa riset stunting tidak hanya berkutat pada aspek gizi, tetapi juga kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan rongga mulut.

“Hasil riset menunjukkan bahwa banyak penyakit berawal dari kesehatan mulut. Edukasi sederhana seperti kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan lidah dapat memberi dampak besar bagi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain sektor kesehatan, BRIN juga mendorong pengembangan riset teknologi di NTT, termasuk riset teknologi roket berbahan komposit, riset pertanian lahan kering, serta pengembangan potensi pangan lokal. Menurutnya, NTT memiliki kekayaan alam dan kondisi geografis yang sangat strategis untuk pengembangan riset unggulan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Amarulla juga menyoroti pembangunan Observatorium Nasional di Timau, Kabupaten Kupang, yang disebut sebagai salah satu observatorium terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Ia mendorong perguruan tinggi untuk memanfaatkan fasilitas tersebut tidak hanya untuk riset astronomi, tetapi juga untuk pengembangan pendidikan dan pariwisata berbasis sains.

“Observatorium Nasional di Timau adalah aset nasional yang luar biasa. Perguruan tinggi bisa memanfaatkannya untuk riset, pembelajaran mahasiswa, hingga pengembangan wisata langit yang bernilai ekonomi tinggi bagi daerah,” ungkapnya.

Amarulla turut mendorong pengembangan riset berbasis budaya dan kearifan lokal, seperti pengembangan Sasando sebagai alat musik khas NTT agar dapat dikembangkan dalam bentuk orkestra dan dikenal di tingkat internasional. Selain itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali jalur komoditas cendana melalui riset unggulan, mengingat kualitas cendana Timor yang diakui lebih unggul dibandingkan cendana dari negara lain.

Menutup sambutannya, Amarulla mengajak seluruh perguruan tinggi di NTT untuk lebih aktif memanfaatkan ekosistem riset BRIN.

“Kami mengundang para dosen dan peneliti untuk tidak ragu mengajukan proposal riset. Manfaatkan BRIN untuk pendanaan, fasilitas laboratorium, dan jejaring peneliti. Kolaborasi inilah yang akan mempercepat pembangunan NTT berbasis riset dan inovasi,” pungkasnya.

Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT yang menegaskan pentingnya peran riset dan inovasi sebagai fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Alfonsus menyampaikan bahwa NTT memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus mendorong daerah menjadi pusat penambangan ilmu pengetahuan dan riset konseptual.

“Kita harus mampu menjaga peran strategis daerah dengan menjadi pusat penambangan ilmu pengetahuan dan riset konseptual, sekaligus melahirkan inovasi sosial dan teknologi tepat guna yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan NTT,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong kolaborasi riset dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi, agar riset yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam analisis situasi serta perancangan program-program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Riset yang kita lakukan harus terintegrasi dengan baik sehingga benar-benar menjadi dasar dalam merancang program pemerintah. Inilah kunci agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan menjawab persoalan pembangunan,” ujarnya.

Melalui sinergi yang kuat antara BRIN, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, diharapkan NTT dapat berkembang sebagai pusat riset unggulan berbasis potensi lokal yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hubungi kami di : tel:085126932893

Kirim email ke kamihumas@lldikti15.or.id