Kupang, lldikti15.kemdikbud.go.id – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Program Kompetensi Dosen dan Tendik Tahun 2025, yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan Evaluasi Data Dosen di SISTER, bertempat di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, pada tanggal 23–24 Juli 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kemendikbudristek, dengan agenda utama: Sosialisasi Program Kompetensi Dosen dan Tendik, Bimtek Manajemen PTK, serta Evaluasi Data Dosen di sistem SISTER. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Ia menekankan bahwa program-program penguatan kompetensi dosen dan tendik harus dijalankan secara terarah dan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ada empat hal penting yang perlu menjadi perhatian utama perguruan tinggi selain mengikuti kebijakan institusi. Pertama, memastikan bahwa sains dan teknologi menjadi pokok pembahasan utama dalam membentuk ekosistem riset dan inovasi yang kuat. Kedua, bahwa seluruh sivitas akademika harus bergerak bersama dan berdampak nyata. Ketiga, kontribusi perguruan tinggi harus mampu menjadi penggerak solusi sosial dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat NTT. Dan keempat, pengembangan talenta sains dan teknologi harus sejalan dengan akses pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan tantangan pembangunan daerah. “Kontribusi nyata dari perguruan tinggi harus menjadi penggerak, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta ketahanan pangan dan energi yang tepat sasaran,” ujar Prof Amheka.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI juga memaparkan bahwa berdasarkan data di sistem SISTER, jumlah dosen di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 365.000 orang, dengan sekitar 57% telah tersertifikasi melalui program Serdos. Sementara itu, untuk tenaga kependidikan,64% telah memiliki jabatan fungsional. Di lingkungan PTS, terdapat2.856 dosen ASN tetap tersertifikasi dari total 3.146 dosen.
Ia juga menyebut bahwa “Selama kurun 2021 hingga 2025, jumlah dosen mengalami peningkatan signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Best practice dari PTN dan PTS menunjukkan bahwa dari sisi pelayanan administrasi, jika dilakukan dengan baik, akan berdampak besar terhadap penguatan SDM kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang hadir untuk berpartisipasi aktif dalam program-program penguatan kompetensi yang ditawarkan. Ia juga menegaskan bahwa sertifikasi dosen dan tendik bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Tujuan akhir dari seluruh proses ini adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi, dengan memastikan bahwa dosen dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun tata kelola kepegawaian yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan menuju pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.