Kota Kupang, lldikti15.kemdikbud.go.id – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang menggelar acara Dies Natalies yang ke-25 tahun pada Kamis, 12 Juni 2025 di halaman kampus STIKOM Uyelindo Kupang.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena hadir dan membuka acara berharap STIKOM Uyelindo Kupang terus menjadi pelopor inovasi teknologi, mencetak mahasiswa kompeten yang siap bersaing secara nasional dan internasional, serta menjadi mitra pemerintah dalam mendukung proses digitalisasi di NTT.
Gubernur Melki mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengajak STIKOM Uyelindo berkolaborasi mengembangkan potensi daerah, dengan keyakinan bahwa lulusan kampus ini akan menjadi aktor penting dalam memajukan NTT melalui kemampuan digital.
“Saya yakin STIKOM Uyelindo menghasilkan lulusan berkompeten di bidang digital yang mendukung digitalisasi Provinsi NTT serta mampu mengisi kebutuhan teknologi” ucap Gubernur Melki.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas Pendidikan dan menjadikan STIKOM Uyelindo sebagai mitra strategis,” tambahnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng yang turut hadir dalam acara Dies Natalies menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai sektor kunci dalam pembangunan daerah dan perbaikan ekonomi, dengan menyoroti peran perguruan tinggi, khususnya STIKOM Uyelindo Kupang, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kepercayaan masyarakat.
“Pentingnya transformasi pendidikan tinggi tidak hanya mendorong pembangunan ekonomi tetapi juga menyiapkan generasi untuk mencapai kualitas pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas di era teknologi yang semakin berkembang,” ucap Prof. Adrianus.
Ia menjelaskan bahwa STIKOM Uyelindo Kupang yang merupakan institusi pendidikan tinggi berbasis digital ini telah membuktikan konsistensinya selama 25 tahun dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas, relevan, dan terjangkau, sehingga mampu mengurangi kesenjangan dan memacu pertumbuhan ekonomi yang progresif.
Dengan dukungan berbagai program studi yang ditambahkan, transformasi pendidikan tinggi ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk mencapai visi pembangunan Indonesia Emas dan penguatan sektor industri pendidikan di Nusa Tenggara Timur, sejalan dengan aspirasi peningkatan pendapatan per kapita dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.
“Adanya penambahan program studi menunjukkan upaya menurunkan kesenjangan akses pendidikan tinggi di wilayah NTT. STIKOM Uyelindo merupakan contoh yang mengintegrasikan pendidikan berbasis komputerisasi untuk meningkatkan daya saing nasional,” ujar Prof. Adrianus.

Ketua STIKOM Uyelindo Kupang Dr. Reimerta N. Naatonis, S.Kom, M.Cs mengapresiasi kehadiran berbagai tokoh penting seperti Gubernur Nusa Tenggara Timur, Wakil Bupati Kupang, Kepala LLDIKTI XV, tokoh akademik, serta para alumni yang turut meramaikan acara tersebut. Dalam sambutannya, Dr.Rey menguraikan pencapaian akademik dan non-akademik selama 25 tahun, serta menekankan dampak positif lulusan yang tersebar di dalam dan luar negeri.
Reimerta juga mengumumkan beberapa inisiatif strategis ke depan, antara lain rencana perubahan status menjadi Universitas Stikom Uyelindo, peresmian Monumen Patung Bruno Soekarto, peluncuran buku Bruno Soekarto, dan pembukaan program studi S2 Ilmu Komputer.
“Proses penilaian untuk mengubah status STIKOM menjadi Universitas telah dilakukan dan kini tinggal menunggu hasil akhir, sehingga memberikan harapan besar bagi kemajuan lembaga. Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan peran serta institusi dalam mendukung pembangunan, baik secara nasional maupun global,” tuturnya.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan Beasiswa secara simbolis dari Gubernur NTT dan Kepala LLDIKTI Wilayah XV kepada 30 penerima beasiswa yang berasal dari 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.