Kota Kupang, lldikti15.kemdikbud.go.id – Dalam rangka melakukan evaluasi kinerja anggaran dan capaian kinerja target IKU Triwulan I tahun 2025 pada LLDIKTI Wilayah XV serta meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas dalam pengelolaan pendidikan tinggi di wilayah LLDIKTI XV maka LLDIKTI Wilayah XV menggelar Rapat Evaluasi Pengukuran Kinerja Anggaran dan Capaian Kinerja Target IKU LLDIKTI XV Triwulan I Tahun 2025 pada 29 April 2025 di Hotel Naka Kupang.
Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XV Agustinus Fahik mengatakan Evaluasi Kinerja dilaksanakan untuk menilai seberapa konsisten perencanaan yang telah dibuat pada tahun sebelumnya dan implementasinya pada tahun berikutnya. Agustinus juga menjelaskan adanya penyesuaian dengan aturan baru memungkinkan pengukuran yang lebih tepat terhadap masalah dan kebutuhan untuk perbaikan kinerja.
“Kebijakan yang mengatur pelaksanaan dokumen disesuaikan dengan arahan pemerintahan Presiden Prabowo terkait RPJPN serta dokumen dan renstra yang telah disusun menjadi acuan utama untuk penetapan IKU dan Perjanjian Kinerja”, ucapnya.
Sementara Ketua Tim Kerja Perencanaan Program dan Anggaran, Evaluasi, Pelaporan, dan Sistem Informasi LLDIKTI XV Octofianus Jacob Boesday menyampaikan bahwa anggaran tahun 2025 mengalami beberapa tahap seperti pembukaan, revisi, dan pemblokiran karena masih terdapat kendala alokasi anggaran yang belum terpenuhi. Lebih lanjut ia mengatakan proses revisi yang berulang menunjukkan adanya tantangan dalam penyusunan dan persetujuan anggaran yang akurat.
“Pembukaan ulang dan pemblokiran anggaran memberikan gambaran tentang usaha untuk menyeimbangkan antara rencana dan realisasi keuangan”, jelas Octofianus.

Dalam kegiatan ini LLDIKTI XV mengundang narasumber yakni I Gusti Agung Wira Adi Dharma yang merupakan Pelaksana Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal pada KPPN Kupang.
Dalam pemaparannya, Wira menjabarkan tentang IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) yang diibaratkan seperti rapor mahasiswa, dengan Kementerian Keuangan sebagai dosen yang menilai. Ia menjelaskan delapan indikator IKPA yang terbagi dalam tiga fase APBN: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.
Selanjutnya, ia menganalisis kinerja LLDIKTI XV secara mendalam, menyoroti poin-poin seperti revisi DIPA dan deviasi halaman 3 DIPA, serta pencapaian penyerapan anggaran yang baik. Terakhir, ia memberikan rekomendasi agar revisi DIPA dijaga agar tidak terlalu banyak dan menekankan pentingnya merealisasikan rencana anggaran.

Usai pemarapan materi dari narasumber, para Ketua Tim Kerja memaparkan hasil kinerja di triwulan I di setiap tim kerja masing-masing.