Hotline 085126932893
humas@lldikti15.or.id

LLDIKTI Wilayah XV Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Provinsi NTT

Kota Kupanglldikti15.kemdikbud.go.id – Dalam rangka mendukung akselerasi Pendidikan Tinggi untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrim di Provinsi NTT Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Provinsi NTT dihadiri sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta dan perwakilan BPTP NTT bertempat di ruang rapat LLDIKTI Wilayah XV, Selasa, 21Januari 2025.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perguruan Tinggi, pemerintah daerah, dan institusi terkait. Dalam paparannya Prof. Adrianus menjelaskan kerangka pembangunan nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berkelanjutan, dan makmur. Strategi utama difokuskan pada penurunan angka stunting serta pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang terintegrasi. Perguruan tinggi diharapkan memainkan peran kunci dalam upaya ini, dengan kontribusi konkret melalui riset, inovasi, dan keterlibatan mahasiswa.

“Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi yang baik, implementasi yang tepat, dan kontribusi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama perguruan tinggi sebagai pusat penelitian dan pengembangan”, ucap Prof. Adrianus.

Rektor Universitas Citra Bangsa, Prof. Dr. Frans Salesman, M.Kes menjelaskan, Stunting dianggap sebagai permasalahan kualitas manusia yang serius dan membutuhkan pendekatan komprehensif. Terdapat tiga rekomendasi utama untuk menangani stunting, yaitu pendekatan spesifik, sensitif, dan kompetensi.

“Pendekatan spesifik mencakup pemberian asupan gizi pada ibu hamil dan penanganan penyakit menular. Sedangkan Pendekatan sensitif memperhatikan aspek budaya, di mana data menunjukkan 45% pendapatan keluarga dihabiskan untuk biaya sosial, sementara hanya 15% untuk pendidikan dan Kesehatan”, ujar Prof. Frans.

Sementara Rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT mengatakan, Unkris Artha Wacana telah mengembangkan berbagai teknologi dari hasil pertanian dan perikanan yang berkontribusi pada penanggulangan stunting. Beberapa kegiatan konkrit yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan pengolahan lauk dan ikan sebagai makanan tambahan, pemberdayaan dan edukasi pencegahan stunting, fortifikasi tepung, dan pembuatan produk pangan alternatif seperti abon ikan, nugget daun kelor, dan puding.

Lebih lanjut, Prof. Godlief menyoroti ketidakjelasan indikator stunting dan mengkritisi pendekatan yang hanya berfokus pada angka-angka. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat dalam mencari solusi nyata untuk mengatasi permasalahan stunting.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan pendampingan dan siap bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan masyarakat”, tegas Prof. Godlief.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Nusa Cendana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si. Menurutnya Undana secara penuh mendukung inisiatif kolaborasi antar Perguruan Tinggi dan LLDIKTI XV dalam upaya menurunkan angka stunting dan kemisikinan di NTT.

“Kami di Undana memiliki anggaran perguruan tinggi untuk riset kolaborasi yang bisa disatukan atau bisa gabungkan dengan riset yang akan diwacanakan oleh perguruan tinggi lain ” ujar Prof. Annytha.

Dengan adanya riset serta masukkan dari perguruan tinggi terkait dengan stunting maka diharapkan bisa dijadikan sebagai peta jalan untuk dimasukkan dalam RPJPN Provinsi NTT di masa mendatang.

Melalui berbagai masukan yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi ini, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah XV berharap adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder lainnya untuk menangani masalah kemiskinan ekstrem dan stunting di Provinsi NTT. Melalui berbagai inisiatif penelitian, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, serta program-program sosial berbasis akademik yang dilakukan melalui kerjasama PTN dan PTS.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya memfasilitasi peningkatan mutu Pendidikan Tinggi di Provinsi NTT LLDIKTI wilayah XV memastikan bahwa perguruan tinggi di wilayahnya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat terutama dalam penanganan sunting dan kemiskinan ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi kami di : tel:085126932893

Kirim email ke kamihumas@lldikti15.or.id