Gagal membaca konten dari sumber yang diizinkan. Kepala LLDIKTI XV Dampingi Mendiktisaintek Tinjau Dampak Gempa NTT, 5.000 Mahasiswa Dibebaskan dari UKT – LLDIKTI WILAYAH XV NUSA TENGGARA TIMUR
Hotline 085126932893
humas@lldikti15.or.id

Kepala LLDIKTI XV Dampingi Mendiktisaintek Tinjau Dampak Gempa NTT, 5.000 Mahasiswa Dibebaskan dari UKT

Manggarai, lldikti15kemdiktisaintek.go.id— Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Prof. Dr. Adrainus Amheka, ST., M.Eng mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof.  Brian Yuliarto Ph.D. meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8).

Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi pascabencana sekaligus memperkuat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi dalam penanganan dampak gempa, khususnya terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT.

“Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kita akan lihat kalau memang masih diperlukan, kita juga akan menambah satu semester lagi,” kata Brian di Posko Lapangan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Kebijakan tersebut disiapkan agar mahasiswa terdampak tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga yang terganggu setelah bencana. Kemdiktisaintek juga menyiapkan dukungan bagi mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah terdampak. Data mahasiswa akan terus diperbarui melalui koordinasi dengan LLDIKTI dan perguruan tinggi.

LLDIKTI Wilayah XV menjadi bagian dari koordinasi tersebut, terutama dalam memetakan kondisi mahasiswa dan perguruan tinggi serta mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan dukungan. Selain meninjau kondisi masyarakat, Mendiktisaintek berdialog dengan mahasiswa dan sivitas akademika yang telah turun langsung membantu korban gempa. Dalam dialog tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kebutuhan yang muncul antara lain air bersih, listrik, layanan kesehatan, sanitasi, logistik, pembangunan kembali rumah warga, hingga dukungan psikologis dan trauma healing.

Mendiktisaintek meminta bantuan perguruan tinggi disalurkan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan.“Jadi tadi kami mendapatkan beberapa informasi, nantinya kita akan menyerahkan kepada Kepala LLDIKTI untuk mengoordinasikan titik-titik mana yang masih belum terjangkau,” ujar Brian.

 

Kemdiktisaintek juga mulai mengonsolidasikan program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) untuk mendukung proses pemulihan masyarakat NTT. Program tersebut akan melibatkan perguruan tinggi dari dalam dan luar NTT. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan pemulihan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi.

Konsolidasi melibatkan pemerintah daerah, BNPB, LLDIKTI, pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, mahasiswa, serta perwakilan mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. “Kita hadir bersama-sama untuk mengonsolidasikan, melihat data-data, sehingga nantinya berbagai program yang akan kita jalankan lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata Brian.

Menurut Kemdiktisaintek, perguruan tinggi memiliki kekuatan berbeda-beda yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan. Perguruan tinggi dengan kepakaran di bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat mengambil peran dalam proses pemulihan. Sejumlah perguruan tinggi di NTT telah bergerak melalui posko bantuan, layanan kesehatan, distribusi logistik, asesmen, hingga pendampingan masyarakat.

Bagi LLDIKTI Wilayah XV, keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan gempa menjadi bagian dari tanggung jawab pendidikan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Melalui koordinasi bersama Kemdiktisaintek, pemerintah daerah, BNPB, perguruan tinggi, mahasiswa, dan berbagai mitra, LLDIKTI Wilayah XV berkomitmen mengawal agar dukungan pendidikan dan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT terus berjalan.

Pemulihan NTT tidak hanya membutuhkan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan mahasiswa tetap dapat belajar dan perguruan tinggi tetap mampu menjalankan perannya sebagai bagian dari kekuatan masyarakat untuk bangkit dari bencana.

Hubungi kami di : tel:085126932893

Kirim email ke kamihumas@lldikti15.or.id