Kupang, lldikti15.kemdiktisaintek.go.id – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22–23 April 2026 di Aula LLDIKTI XV dan diikuti oleh pengelola lembaga penjaminan mutu, serta tim penyusun dokumen SPMI dari berbagai PTS di lingkup LLDIKTI XV.
Kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam menyusun dokumen SPMI yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mendorong implementasi budaya mutu secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng menegaskan bahwa keberadaan SPMI merupakan elemen strategis dalam menjamin dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa penyusunan dokumen SPMI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan aspek administratif, tetapi harus mampu menjadi instrumen pengendalian mutu yang efektif dan aplikatif.
“Dokumen SPMI harus mencerminkan kondisi riil perguruan tinggi dan menjadi acuan dalam pelaksanaan proses akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Adrianus juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi, sekaligus forum berbagi praktik baik dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi, antara lain Dr. Ir. Johannes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc.Forset.Trop dari Universitas Gadjah Mada yang menyampaikan materi mengenai konsep dasar, kebijakan, serta implementasi SPMI di perguruan tinggi. Selain itu, Dr. Rahmat Laan, S.Sos., MM turut memberikan penguatan materi terkait strategi penyusunan dokumen SPMI yang efektif dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai inti dari sistem penjaminan mutu internal. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penyusunan dokumen, tetapi juga mampu mengimplementasikan serta melakukan evaluasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Kerja Kelembagaan LLDIKTI Wilayah XV Siprianus Tua yang memberikan arahan terkait kebijakan dan penguatan tata kelola kelembagaan, khususnya dalam mendukung implementasi SPMI di perguruan tinggi swasta.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan praktik penyusunan dokumen, sehingga peserta dapat secara langsung mengaplikasikan materi yang diperoleh. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dokumen SPMI yang disusun oleh masing-masing perguruan tinggi.
Melalui kegiatan Bimtek ini, LLDIKTI Wilayah XV menegaskan perannya sebagai fasilitator dan pembina dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta mendorong perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Timur untuk terus mengembangkan sistem penjaminan mutu yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan daya saing lulusan.